Advertisement
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Komisi Disiplin PT Gelora Trisula Semesta telah melakukan verifikasi data dan bukti pelanggaran penggunaan pemain tidak sah oleh Persipur Purwodadi dalam Laga Indonesia Soccer Championship (ISC) B Grup 4 1 Mei lawan PSIS Semarang di Stadion Krida Bhakti yang berakhir 0-0. Data dan bukti tersebut diserahkan Direktur Teknik Mahesa Jenar Setyo Agung Nugroho, pada sidang komdis yang dilakukan Senin (16/5/2016) petang di Rasuna Office Jakarta Selatan.
Setyo Agung mengatakan keputusan Komdis PT Gelora akan ada hasilnya pada pekan ini. Dalam pertemuan tersebut pihak Persipur izin tidak bisa datang.
"Komdis nantinya akan mintai keterangan Persipur juga terkait protes yang kami lakukan. Kami harap prosesnya tidak molor dan ada putusan terkait laporan pelanggaran yang dilakukan Persipur," ujar Setyo Agung kepada Tribun Jateng, Senin malam. Seperti diketahui Mahesa Jenar melaporkan pemain Laskar Petir bernama M. Gani Pulhehe dan Nur Khamid yang turun dilaga lawan PSIS di Stadion Krida Bhakti 1 Mei. Saat itu Setyo Agung mengecek di profil tim dan pemain yang sudah disahkan lewat web yang diberikan PT Gelora. Pihaknya menemukan fakta Gani didaftarkan tapi belum sah sebelum kick off. Sementara Nur Khamid belum didaftarkan sama sekali oleh Persipur.
Data dan bukti yang diserahkan PSIS berupa daftar susunan pemain dan hasil laga yang diterbitkan dan ditandatangani Panpel dan Pengawas Pertandingan. Selain itu kami juga melakukan capture susunan pemain Persipur yang sudah disahkan di website registrasi pemain PT Gelora dan foto kedua pemain tersebut turun merumput di lapangan. Dalam kesempatan ini PSIS berharap hasil terbaik diperoleh dengan adanya sanksi pada Persipur yang memainkan pemain tidak sah dalam laga. Hukuman paling berat kemungkinan adalah kekalahan WO 3-0 untuk Persipur.
"Kami serahkan saja keputusan kepada komdis. Yang jelas PSIS sudah taat pada aturan. Kami tidak berani memainkan pemain yang belum disahkan. Walaupun pemain tersebut kami bawa waaktu di Purwoodadi," lanjut Setyo Agung. Data di website PT Gelora bisa dicek tiap saat dan bisa terpantau kapan seorang pemain disahkan, jam, dan tanggal berapa. "Pada saat temu teknisebelum pertandingan PP Sudah memberitahukan dan mengingatkan kepada kedua tim bahwa pemain yang bisa bermain adalah pemain yang sudah di sahkan oleh Operator PT Gelora. Jika hal ini terjadi tentu harusnya ada sanksi bagi Persipur," tandas Setyo Agung.
