Advertisement
TRIBUNJOGJA.COM - Bergabungnya Topas Pamungkas ke PSIS mungkin sempat mengejutkan publik PSIM Yogyakarta. Betapa tidak, karena sosok Topas sebenarnya digadang bisa kembali membela panji Laskar Mataram. Sayang, di awal masa persiapan PSIM, ia masih terikat kontrak dengan Elektrik PLN Jakarta. Mau tak mau Topas harus tetap bertahan di tim futsal ketika itu.
Sementara PSIM harus terus melakukan persiapan termasuk diantaranya
memburu pemain.
Termasuk pemain wingback seperti Topas yang sepertinya akan sulit untuk bergabung dalam waktu segera ketika itu. Walhasil, skuad PSIM terbentuk tanpa Topas. Sampai pada suatu momen ketika Topas akhirnya bebas kontrak dengan Elektrik PLN di masa awal ISC B. "Sempat ingin kembali ke PSIM, tapi tim sudah tidak membutuhkan tambahan pemain lain, mau tak mau saya harus mencari tim lain," kata Topas.
Tak ada yang salah memang antara Topas ataupun PSIM. Karena apa yang terjadi saat ini adalah sebuah konsekuensi atas keadaan yang ada. Topas pun cukup tahun diri ia seperti datang di waktu yang tidak tepat ke PSIM. Sedangkan PSIM sendiri juga sudah punya skuad baku yang telah disusun dari awal.
Namun sampai kapanpun, Topas tetap melihat PSIM dari sudut yang berbeda. Sudut yang teristimewa tentunya karena PSIM selalu mendapat tempat tersendiri baginya. "Mungkin belum jalannya musim ini membela PSIM, saya harap musim-musim mendatang saya bisa kembali lagi ke Yogyakarta untuk PSIM," kata Topas. (*)
Termasuk pemain wingback seperti Topas yang sepertinya akan sulit untuk bergabung dalam waktu segera ketika itu. Walhasil, skuad PSIM terbentuk tanpa Topas. Sampai pada suatu momen ketika Topas akhirnya bebas kontrak dengan Elektrik PLN di masa awal ISC B. "Sempat ingin kembali ke PSIM, tapi tim sudah tidak membutuhkan tambahan pemain lain, mau tak mau saya harus mencari tim lain," kata Topas.
Tak ada yang salah memang antara Topas ataupun PSIM. Karena apa yang terjadi saat ini adalah sebuah konsekuensi atas keadaan yang ada. Topas pun cukup tahun diri ia seperti datang di waktu yang tidak tepat ke PSIM. Sedangkan PSIM sendiri juga sudah punya skuad baku yang telah disusun dari awal.
Namun sampai kapanpun, Topas tetap melihat PSIM dari sudut yang berbeda. Sudut yang teristimewa tentunya karena PSIM selalu mendapat tempat tersendiri baginya. "Mungkin belum jalannya musim ini membela PSIM, saya harap musim-musim mendatang saya bisa kembali lagi ke Yogyakarta untuk PSIM," kata Topas. (*)
