Advertisement
![]() |
| Lingga (berdiri, dua dari kiri) di Timnas Mini Soccer Indonesia. |
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Eks gelandang Persita Tangerang, Lingga Ashadi, memantapkan niat untuk pulang ke kota asalnya Tangerang dengan meninggalkan Mes PSIS Jalan Semeru Dalam, Sabtu (14/5/2016) pagi. Kapten timnas mini soccer Indonesia ini sejak Jumat (13/5/2016) malam tak menghadiri syukuran manajemen bersama suporter dan memilih tinggal di kamar mes. "Keputusan berat ini harus saya ambil karena istri menginginkan saya kembali ke Tangerang agar bisa selalu ada bersama keluarga. Sebenarnya, saya sudah jatug hati dan sangat cocok dengan PSIS dan sempat sepakat. Namun pengunduran diri lebih saya pilih dan saya harap lain waktu bisa kembali ke sini (PSIS) lagi," ujar Lingga kepada Tribun Jateng Sabtu pagi.
Namanya juga tak diperkenalkan Manajer Wahyu Liluk Winarto dalam syukuran yang dilakukan Jumat malam. Hanya 24 pemain plus lima pemain yang belum disahkan PT Gelora Trisula Semesta di Indonesia Soccer Championship (ISC) B yang disebut Liluk di depan perwakilan suporter Panser Biru dan Semarang Extreme (Snex). Pada Jumat malam pemain yang juga sempat bermain untuk Timnas U-20 era Pieter White ini bimbang gabung di PSIS tau kembali kembali ke Tangerang Selatan agar lebih dekat dengan istri yang sedang hamil dua bulan. Jumat sore Lingga masih latihan bersama Mahesa Jenar di Stadion Jatidiri.
Ke Semarang Lingga juga tanpa izin pelatih Timnas Mini Soccer Indonesia yang sedang mempersiapkan diri ke Piala Asia Mini Soccer Desember mendatang di India.
Keputusan pulang ke Tangerang ini selain untuk keluarga juga dia niatkan untuk kembali ke pemusatan latihan Timnas Mini Soccer Indonesia. "Saya sangat sayang sebenarnya meninggalkan PSIS. Sebab ini tim besar dan fasilitas pada pemain sangat bagus. Apalagi kompetisi Liga Indonesia pasti semakin seru kembali setelah PSSI kembali bisa memutar kompetisi. Saya jujur bingung mau tinggal atau pulang meski saya sudah bilang tadi dengan manajemen ingin mundur dari kesepakatan kontrak," lanjut Lingga.
Solusi membawa istri ke Semarang juga dirasakan Lingga tidak mungkin. Sebab sang istri bekerja sebagai guru di Tangerang Selatan. "Keinginan saya main bola di Semarang campur aduk dengan perasaan saya pada istri yang lagi mengandung dan anak baru umur 4,5 tahun. Semoga keputusan bulat bisa saya ambil Sabtu dengan harus memprioritaskan salah satunya," kata pemain berusia 31 tahun ini.
Lingga merupakan pemain berbakat. Di Timnas Mini Soccer dia merupakan kapten tim. Karakternya sempat dikatakan asisten pelatih Dwi Setiawan "Londo" mirip dengan Ahmad Bustomi. PSIS sebenarnya memproyeksikan Lingga sebagai playmaker di lini tengah untuk arungi Indonesia Soccer Championship. Kehilangan Lingga membuat gelandang yang dimiliki Mahesa Jenar hanya lima pemain yakni Ahmad Agung, Edy Anto, M. Yunus, Akhsay Rismawanto, dan Yogi Ardianto. (*)
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muhamad Alfi M
