Advertisement
| M Yunus menjadi motor serangan PSIS dari lini tengah. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono |
Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho mengakui jika timnya masih bermasalah dalam produktivitas gol. “Hasil imbang ini tentu saja tidak kami harapkan. Sejak laga pertama melawan Persipur, pemain PSIS selalu berhasil menciptakan banyak peluang. Hanya saja masalahnya masih tetap sama, peluang-peluang itu tidak ada yang menjadi gol,” kata dia.
Saat melawat ke kandang Persipur, Minggu (1/5), PSIS tampil superior dan mampu menciptakan setidaknya lima peluang emas plus 15 sepak pojok. Sedangkan di laga kontra Persibat, klub yang berdiri pada 1932 ini sanggup melepaskan delapan tendangan, meski hanya tiga yang mengarah ke gawang. Agung pun menilai M Yunus cs masih dalam proses adaptasi setelah merombak skuat pasca menjuarai Polda Jateng Cup 2015. “Tim ini hampir 50 persen mengalami perombakan dari skuat Polda Jateng Cup, sehingga chemistry antarpemain belum sepenuhnya terbentuk. Bagaimanapun, kami akan melakukan evaluasi untuk persiapan menghadapi pertandingan berikutnya,” imbuh mantan Manajer Tim PSIS ini.
Saat menjadi kampiun Polda Jateng Cup, skuat Mahesa Jenar punya pemain-pemain sayap lincah untuk mendukung skema baku 4-2-3-1, yakni Franky Mahendra dan Bakori Andreas, dengan sokongan dua fullback Taufik Hidayat serta Welly Siagian. Alhasil, Johan Yoga yang diplot sebagai striker tunggal kerap dimanjakan dengan bola-bola matang dari kedua sayap. Saat ini, Bakori dan Welly sudah menyeberang ke tim lain, sedangkan Taufik dan Franky belum juga mengantongi izin dari operator turnamen. Tempat mereka diisi Safrudin Tahar dan Topas Pamungkas serta Wage Dwi Aryo dan Feri Ariawan.
Masa persiapan tim menuju Polda Jateng Cup juga relatif lebih panjang. Kala itu Eko Riyadi punya waktu sekitar lima bulan, menyusul batalnya kompetisi Divisi Utama. Sementara, untuk ISC B durasinya lebih singkat, yakni dua bulan. Selain sektor sayap, problem lain Mahesa Jenar adalah minimnya stok gelandang bertipe playmaker. Saat ini, peran tersebut diemban sendirian oleh Edy Anto, sementara Lingga Ashadi yang sempat akan direkrut, memilih mengundurkan diri. Kelemahan itu kembali terihat kala menjamu Persibat. Tak ada gelandang yang bisa mengatur serangan, sehingga bola kerap dialirkan langsung dari belakang ke depan, dengan target Johan Yoga. Hasilnya juga tidak maksimal. PSIS masih punya waktu sepekan untuk berbenah sebelum kedatangan PSIM Yogyakarta, Sabtu (21/5) mendatang. (twy)